Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Indonesia

Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Indonesia


Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Indonesia yang didirikan oleh bapak koperasi kita Muhammad Hatta. Pembangunan Ekonomi Indonesia cita-cita awal beliau adalah bertujuan untuk menuju kemakmuran masyarakat indonesia. Ketentuan dasarnya dalam melaksanakan kegiatan ini telah diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang bunyinya, ”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.”

Penjelasan dari Pasal 33 UUD 1945 ini adalah ”produksi di kerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini adalah koperasi.”

Adapun penjelasan Pasal 33 UUD 1945 memposisilan kedudukan koperasi sebagai pilar ekonomi indonesia (1) Sebagai sokoguru perekonomian nasional, dan (2) Sebagai bagian integral tata perekonomian nasional. Dalam Kamus Umum Lengkap karangan wojowasito (1982), pengertian dari sokoguru adalah pilar atau tiang. Jadi, makna dari istilah koperasi sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan juga koperasi sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian bangsa. Dengan demikian koperasi diperankan dan difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional.

Dilihat dari sisi badan usaha atau pelaku usaha, terdapat 3 kelompok pelaku bisnis dalam sistem perekonomian nasional ini yaitu :
  1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  2. Badan Usaha Koperasi (BUK)
  3. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

MENGAPA KOPERASI SEBAGAI PILAR EKONOMI INDONESIA ?

Mengapa koperasi sebagai pilar ekonomi indonesia, hal ini sudah tertuang dalam UUD 1945 pasal 33 memandang koperasi sebagai pilar perekonomian nasional, yang kemudian semakin dipertegas dalam pasal 4 UU No. 25 tahun 1992 yang menjelaskan tentang  perkoperasian. Menurut M. Hatta selaku pendiri koperasi yang juga merupakan sebagai pelopor pasal 33 UUD 1945 tersebut, koperasi dijadikan sebagai pilar perekonomian nasional karena:
  • Koperasi mendidik sikap self-helping.
  • Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, di mana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau golongan.
  • Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya asli bangsa Indonesia (dasar dari gotong royong).
  • Koperasi menentang segala paham yang berbau individualisme dan kapitalisme.

9 Asas Pembangunan yang mendasari Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Indonesia

Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Indonesia menjadikan 9 asas sebagai dasar dari hal tersebut. Adapun 9 asas pembangunan nasional yang harus diperhatikan dalam setiap pelaksanaan pembangunan (GBHN, 1988) adalah sebagai berikut :
  1. Asas Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral dan etika dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.
  2. Asas Manfaat, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga negara serta mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa dan P elestarian fungsi lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
  3. Asas Demokrasi Pancasila, bahwa upaya mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dilakukan dengan semangat kekeluargaan yang bercirikan kebersamaan, gotong-royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
  4. Asas Adil dan Merata, bahwa pembangunan nasional yang diselenggarakan sebagai usaha bersama harus merata di semua lapisan masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
  5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan,bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan, keserasian, keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, jiwa dan raga, individu, masyarakat dana negara, dan lain-lain.
  6. Asas Kesadaran Hukum, bahwa dalam pembangunan nasional setiap warga     negara dan penyelenggara negara harus taat pada hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, serta negara diwajibkan untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.
  7. Asas Kemandirian, bahwa dalam pembangunan nasional harus berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.
  8. Asas Kejuangan, bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan nasional, penyelenggaraan negara dan masyarakat harus memiliki mental, tekad, jiwa dan semangat pengabdian serta ketaatan dan disiplin yang tinggi dengan lebih     mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.
  9. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam pembangunan nasional dapat   memberikan kesejahteraan lahir batin yang setinggi-tingginya,penyelenggaraannya perlu menerpakan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan tekonologi secara seksama dan bertanggung jawab dengan memperhatikan   nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.


Peranan perdagangan internasional dalam perekonomian Indonesia

Peranan perdagangan internasional dalam perekonomian Indonesia - Sebelum kita melanjutkan artikel kali ini, lebih baiknya kita membahas artikel yang sebelumnya yaitu Pentingnya Teori Ekonomi Mikro di dalam artikel ini menjelaskan Suatu teori disusun dengan tujuan untuk dapat menjelaskan suatu observasi. Dengan menggunakan teori maka sebuah peristiwa dapat diabstraksikan secara gambling, rinci, dan detail. Di

Pentingnya Teori Ekonomi Mikro

Pentingnya Teori Ekonomi Mikro - Suatu teori disusun dengan tujuan untuk dapat menjelaskan suatu observasi. Dengan menggunakan teori maka sebuah peristiwa dapat diabstraksikan secara gambling, rinci, dan detail. Di samping itu, sebuah teori juga dapat menyederhanakan, menggeneralisasikan, serta meramalkan hal-hal yang belum diketahui. Suatu teori sebenarnya merupakan suatu konsep, gagasan, atau prinsip.

Teori ekonomi mikro berkisar pada prinsip-prinsip yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan seseorang konsumen maupun produsen,

Sistem Ekonomi Pancasila Yang diterapkan Indonesia

Sistem Ekonomi Pancasila - Dari beberapa sistem ekonomi seperti pembahasan kita sebelumnya, setiap Negara berusaha mencari sistem apa yang cocok diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat. Indonesia memilih sistem ekonomi campuran yang dikenal dengan Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) dan Demokrasi Ekonomi.

    Sesuai dengan ciri sistem ekonomi campuran, Sistem Ekonomi Pancasila mengambil beberapa kelebihan serta berusaha mengurangi kelemahan dari system ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis.

Dampak Ekonomi Pariwisata Terhadap Ekonomi Indonesia

Dampak Ekonomi Pariwisata Indonesia Terhadap Ekonomi Indonesia

Dampak Ekonomi Pariwisata Indonesia Terhadap Ekonomi Indonesia menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Mari Elka Pangestu telah mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi pariwisata Indonesia saat ini selalu di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan dan bahkan dapat melebihi perkembangan pariwisata dunia dekade ini. Pada tahun 2011 lalu perolehan angka devisa dari pariwisata yang diperkirakan bisa mencapai 8,5 miliar dollar AS, naik menjadi 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata Indonesia

Kenaikan tersebut sebenarnya sudah melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan yang dapat diproyeksikan akan berada di level 6,5 persen dan dengan pertumbuhan ekonomi pariwisata dunia yang hanya kisaran 4,5 persen. Untuk kontribusinya terhadap devisa negara, sektor ekonomi pariwisata sekarang ini berada di peringkat ke-5 setelah industri minyak dan gas bumi, minyak kelapa sawit, dan batubara, serta karet olahan.

Visi dari Ekonomi Pariwisata Indonesia

Ibu Mari Pangestu pernah menjelaskan, visi pariwisata tahun ini, adalah fokusnya menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas international, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Upaya yang sangat perlu dilakukan saat ini agar sejalan dengan visi tersebut adalah peningkatan daya saing produk wisata kita, pengembangan daya tarik wisata nusantara, promosi yang terpadu dan berkesinambungan, serta pengembangan institusi dan sumber daya manusia dalam peningkatan ekonomi pariwisana indonesia.

Tiga Hal Utama Dalam Peningkatan Ekonomi Pariwisata Indonesia

"Untuk pariwisata ada tiga hal utama sebenarnya yang harus diperhatikan. Yaitu, destinasi yang sudah ada akan dikembangkan, mengembangkan destinasi baru, dan wisata minat khusus. Untuk wisata minat khusus yang akan dikembangkan saat ini adalah MICE (Meeting, Incentives, Convention and Exhibition), wisata bahari lautan nusantara dan alam indonesia yang kaya dengan keindahannya, wisata olahraga, serta wisata belanja dan kuliner khas nusantara," jelas Mari Pangestu.

Untuk pengembangan destinasi pariwisata yang ada, akan kita fokuskan pada pengembangan 15 Destination Management Organization (DMO), desa wisata, pusat rekreasi masyarakat, pasar wisata, zona kreatif, daya tarik wisata serta melakukan kerjasama dan kemitraan.

Berdasarkan draft Renstra terkait, pada 2014 nanti Indonesia ditargetkan akan memiliki 15 destinasi wisata yang telah menerapkan tata kelola destinasi yang berkualitas (Destination Management Organization). Untuk pariwisata berbasis pedesaan, ditargetkan tahun 2014 akan ada 822 desa, naik dibandingkan 2012 yang hanya sejumlah 774 desa.



Faktor Globalisasi Ekonomi Dunia

Globalisasi Ekonomi – Dewasa ini tidak ada satu Negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan Negara lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan dagang maupun kerja sama ekonomi lainya. Hubungan ekonomi antarbangsa semakin meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut Globalisasi Ekonomi. Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatukan kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia.


Beberapa Model Sistem Ekonomi dan Elemen Pentingnya

Sistem Ekonomi - Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang tiga pintu atau jalur masuknya krisis ekonomi ke Indonesia. Dan untuk menambah keluasan wawasan ilmu ekonomi kita, maka di artikel ini kami akan sedikit mengulas mengenai berbagai macam model sistem ekonomi dan elemen - elemen penting dari sistem ekonomi tersebut.

Namun sebelum itu, ada baiknya kami sampaikan juga definisi dari sistem ekonomi itu sendiri yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber dan berdasarkan definisi yang dibuat oleh beberapa tokoh ekonomi yang terkenal sampai sekarang. Berikut adalah defisisi dari sistem ekonomi.

Tiga Pintu Tempat Masuknya Krisis Ekonomi

krisis ekonomi
Krisis Ekonomi – Sebenarnya kami agak enggan untuk menulis artikel ekonomi yang berkaitan dengan krisis apalagi menceritakan krisis ekonomi yang melanda negara kita, Indonesia. Karena dengan membahas kembali tentang krisis ekonomi akan mengingatkan banyak orang di negara ini tentang buruknya kualitas penanganan ekonomi di negara kita beberapa tahun yang lalu.

Namun kami menemukan sebuah opini yang kami rasa perlu untuk menjadi acuan para pemimpin di negara ini khususnya dalam memacu peningkatan kualitas ekonomi Indonesia yang bentuknya lebih kepada pencegahan agar krisis yang sangat tidak kita inginkan itu tidak terjadi lagi. Inilah artikel tentang tiga pintu yang menjadi tempat masuknya krisis ekonomi di negara kita. Dengan memahami artikel ini, mudah – mudahan kita bersama bisa mencegah terbukanya kembali tiga pintu tersebut agar krisis ekonomi segera menjauh dari negeri tercinta ini.

Definisi Teori Ekonomi dan Tokoh - tokohnya

teori ekonomi dan tokoh-tokohnya
Teori Ekonomi – Beberapa waktu lalu kita sudah membaca tentang sejarah ekonomi Indonesia. Di artikel kali ini kami akan membahas tentang sejarah teori ekonomi dan beberapa tokoh – tokoh teori ekonomi itu sendiri. Teori Ekonomi dimulai dari Aristoteles yang hidup di era yunani kuno, kala itu dirinya menyadari bahwa ternyata aktivitas perdagangan atau transaksi tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan semata namun ada juga untuk pengumpulan aset yang potensial secara tidak terbatas. Hal tersebut dinamakan menjadi dua bagian transaksi, yakni natural atau unnatural (tidak natural).

Transaksi natural bersifat transaksi pemenuhan kebutuhan semata dengan pengumpulan kekayaan yang jumlahnya terbatasi oleh tujuan yang akan dikehendaki, sehingga jumlahnya masih terbatas. Sementara transaksi unnatural adalah jenis transaksi yang bertujuan untuk pengumpulan kekayaan yang potensial dengan cakupan yang tidak terbatas.


Kemajuan Ekonomi Indonesia di Tahun Politik

Kemajuan Ekonomi Indonesia di Tahun Politik hingga tahun 2014 akan terus meningkat, meskipun hingga tahun 2014 adalah tahun politik yang PAnas. Dalam 10 bulan kedepan merupakan tahun politik dalam penyelenggaran pemilihan umum dan kegiatan - kegiatan politik nasional dan daerah. sesuai dengan pernyataan Wapres Boediono saat memberikan sambutan dalam acara "Economist Conference Indonesia Summit 2013" di Jakarta, kemarin.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2012 di atas angka pertumbuhan ekonomi dunia, ekonomi negara-negara emerging serta ekonomi negara-negara sedang berkembang. Selama ini fakta menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tetap menjadi salah satu tempat yang kondusif dengan iklim ekonomi yang baik sehingga kemajuan ekonomi Indonesia tetap meningkat sehingga menjadi alasan yang kuat untuk bangsa agar selalu optimis pada kemajuan ekonomi indonesia.

Pengertian Tindakan dan Motif Ekonomi

pengertian tindakan dan motif ekonomi
Motif Ekonomi - Untuk mempertahankan hidupnya, manusia senantiasa melakukan beberapa tindakan ekonomi. pada zaman prasejarah, manusia purba pergi ke sungai atau laut untuk menangkap ikan demi mendapat makanan. mereka juga membuat berbagai alat yang akan dipakai untuk memudahkan mereka menangkap ikan.

Tindakan-tindakan itu dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, diantaranya adalah untuk memenuhi kebutuhan - kebutuhan hidupnya. Dengan latar belakang seperti itu, manusia melakukan sejumlah tindakan untuk memuaskan kebutuhannya, diantaranya dengan memproduksi, mengkonsumsi, dan mendistribusikan barang atau jasa tertentu. Dalam rangka untuk memberikan pemahaman pada kita semua, maka kami menulis artikel yang berkaitan dengan tindakan dan motif ekonomi tersebut.