Pendapat Adam Smith Mengenai Ekonomi

Seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia ini mempunyai nama asli John Adam Smith atau lebih dikenal dengan nama Adam Smith. Buku pertama yang ia terbitkan berjudul, Theory of Moral Sentiments lalu Bukunya yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang kemudian disingkat “The Wealth of Nations” membuatnya mendapat gelar sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia. Buku yang terbit tahun 1776 ini menerangkan sejarah laju industri dan ekonomi Eropa dan menjadi dasar tentang globalisasi yang erat hubungannya dengan kapitalisme.

Pikiran utama The Wealth of Nations ialah globalisasi yang bergeliat menurut kondisi pasar dimana ia berpedoman bahwa dengan sendirinya dapat menghasilkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat konsumen bnaik secara jumlah maupun kualitas produk. Dalam kasusnya ia melihat ketika stokproduk yang sedang menjadi tren justru menurun,maka secara otomatis harga produk tersebut yang beredar dipasaran akan terkoreksi  kemudian hal ini akan memberi keuntungan kepada siapapun yang memproduksinya. Disebabkan laba yang mengiurkan maka orang lainpun ikut memproduksi produk yang sedang dicari itu. Hal ini berakibat memperbaiki persediaan produk yang dimaksud. Sehingga pada akhirnya harga produk tersebut akan kembali normal lagi. Menurutnya roda ekonomi itu tadi tidak ada yang memperbaikinya, tapi keadaan tersebut akan teratasi dengan sendirinya.

Sistem Ekonomi Pancasila Yang diterapkan Indonesia

Sistem Ekonomi Pancasila - Dari beberapa sistem ekonomi seperti pembahasan kita sebelumnya, setiap Negara berusaha mencari sistem apa yang cocok diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat. Indonesia memilih sistem ekonomi campuran yang dikenal dengan Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) dan Demokrasi Ekonomi.

    Sesuai dengan ciri sistem ekonomi campuran, Sistem Ekonomi Pancasila mengambil beberapa kelebihan serta berusaha mengurangi kelemahan dari system ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis.

Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013

Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013 – Prediksi mengenai peningkatan ekonomi Indonesia 2013 ternyata tidak seperti yang kita harapkan. Beberapa pakar bahkan menyatakan bahwa di tahun 2013 kondisi ekonomi Indonesia akan semakin memburuk. Pemerintah sendiri berharap investasi infrastruktur dan peningkatan nilai tambah komoditas ekspor dapat memacu pertumbuhan ekonomi pada 2013 yang ditargetkan sebesar 6,8%. Namun apa yang diamati oleh para pakar tidaklah demikian.



Beberapa Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013

Seorang pakar ekonomi dari Universitas Andalas, Professor Elfrindi mengatakan bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2013 akan lebih buruk di banding tahun 2012.
Di lain pihak, Royal Bank of Scotland (RBS) juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2013 hanya mencapai 6,5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan pemerintah yang optimistis pertumbuhannya bisa mencapai 6,8%. Hal ini semakin memperkuat prediksi bahwa Ekonomi Indonesia 2013 akan lebih buruk dari 2012.

Komite Ekonomi Nasional (KEN)juga turut memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 lebih rendah dibandingkan prediksi pertumbuhan 2012. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 diramal sebesar 6,1-6,6 persen.


Berikut video yang tentang prediksi Ekonomi Indonesia tahun 2013 menurut KEN


Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun 2013 menurut Bank Indonesia : 

 Menurut Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi 6,1% diperkirakan baru bisa dicapai lagi pada tahun 2014. Proyeksi pertumbuhan ekonomi versi BI dalam 5 tahun ke depan adalah:
Tahun 2009: 3,5-4,5% Tahun 2010: 4,5-5,5% Tahun 2011: 5-6% Tahun 2012: 5,4-6,4% Tahun 2013: 5,7-6,7% Tahun 2014: 6-7%. Namun untuk inflasi di Indonesia diperkirakan bisa semakin terkendali. Perkiraan inflasi versi BI dalam 5 tahun ke depan adalah:
Tahun 2009: 5-7% Tahun 2010: 6-7% Tahun 2011: 5,1-6,1% Tahun 2012: 4,5-5,5% Tahun 2013: 4,5-5,4% Tahun 2014: 4-5%.

Laporan itu menjelaskan, permintaan domestik diperkirakan akan tetap menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi, sementara kinerja ekspor juga akan kembali mengalami penguatan sejalan dengan mulai bangkitnya perekonomian global pada tahun 2010. Berdasarkan asesmen yang dilakukan, lintasan pemulihan ekonomi (recovery path) dunia, yang dimotori oleh negara-negara maju, diperkirakan akan mengikuti pola "U-shape" secara kuartalan, namun secara tahunan akan cenderung "V-shape".

Itulah beberapa sumber yang memberikan prediksi ekonomi Indonesia tahun 2013 yang tentunya kita berharap bahwa situasi ekonomi negara kita di tahun 2013 lebih baik dari tahun 2012.