Sistem - sistem Ekonomi Politik

Sistem - sistem Ekonomi Politik - Kinerja perokonomi suatu Negara ditentukan oleh banyak factor  dan  tiga diantaranya yang paling menentukan  adalah:
1.) kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang dijalankan pemerintah, 2.) lingkungan di mana perekonomian tersebut beroperasi, dan 3.) system ekonomi politik yang digunakan.
     Semua factor – factor  penentu kinerja perekonomian tersebut bisa berubah setiap saat. Jika berbagai kondisi dalam masyarakat berubah , baik itu karena berubahnya cara pandang masyarakat (atau ideologi), adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, atau aturan dan tata hukum, maka system ekonomi politik yang dianut suatu masyarakat juga bisa berubah.

    Tergantung bagaimana kondisi perpolitikan saat itu, perubahan dalam sistem ekonomi bisa berlangsung secara gradual, halus, dan tanpa gejolak, tetapi bisa pula berlangsung secara drastis, radikal, atau revolusional. Jenis perubahan yang disebut terakhir biasanya berlangsung penuh gejolak yang kadang kala menelan korban harta dan nyawa yang tidak sedikit jumlahnya. Jika perubahan menimbulkan suasana panic dan perasaan tidak menentu dalam masyarakat , maka yang dijadikan sebagai “kambing hitam” adalah sistem ekonomi politik yang digunakan. Jadi, agar pembangunan berlangsung lebih elegan, secara politik perlu sekali dipilih sistem ekonomi yang terbaik bagi masyarakat yang bersangkutan.

    Sistem ekonomi mencakup keseluruhan proses dan aktivitas masyarakat dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi sekaligus mencapai tujuan-tujuan ekonomi, social, dan politik masyarakat yang bersangkutan. Lebih jelas, menurut Gregory & Stuart (1992), sistem ekonomi mencakup mekanisme, pengaturan pengorganisasian, dan aturan-aturan untuk membuat dan melaksanaan keputusan-keputusan tentang alokasi sumber daya yang terbatas jumlahnya.

    Sesuai definisi yang dikemukakan Gregory & Stuart di atas, bisa dibedakan berdasarkan berikut :

  1. Organisasi pengatur pengambilan keputusan (organization of decision making arrangements),
  2. Mekanisme penyebaran informasi dan koordinasi (mechanism for provision of information and of coordination),
  3. Hak memiliki kekayaan produktif (property right), dan
  4. Mekanisme penetapan berbagai tujuan dan sistem insentif (mechanism for setting goals and incentives).
Dilihat dari klafikasi pertama, yaitu organisasi pengaturan pengambilan keputusan, suatu  perekonomian  disebut terpusat (centralized) jika semua keputusan ekonomi ditentukan  oleh level yang lebih tinggi , yaitu oleh Negara atau otoritas pusat. Sebaliknya system ekonomi disebut terdesentralisasi jika keputusan – keputusan ekonomi lebih banyak dilaksanaakan  dan ditentukan  oleh level atau unit-unit ekonomi yang lebih rendah (rumah tanggga dan perusahaan-perusahaan individual) yang relative  bebas  dari otoritas  pusat.

    Dilihat dari klasifikasi kedua, yaitu  mekanisme penyebaran informasi dan koordinasi keputusan-keputusan ekonomi, maka ada 2 mekanisme yang dapat digunakan, yaitu:

-    mekanisme perencanaan (plan mechanism) dan
-    mekanisme pasar ( market mechanism)



suatu sistem ekonomi dikatakan sebagai system perencanaan  jika informasi  disebarkan dan keputusan-keputusan ekonomi dilaksanakan sesuai instruksi atau komando dari suatu badan superior (pemerintah). Di sisi lain, suatu sistem ekonomi disebut system pasar jika penyebaran informasi dan koordinasi keputusan-keputusan ekonomi dilaksanakan  melalui mekanisme  pasar  berdasarkan  kekuatan  permintaan dan penawaran  tanpa campur tangan  yang berarti dari pemerintah.

Dilihat dari klafisikasi ketiga tentang hak pemilihan kekayaan produksi, ada tiga kemungkinan yang bisa muncul. Pertama, sebagian besar kekayaan produktif dimiliki oleh swasta (privat), seperti yang sering dijumpai dalam sistem kapitalisme. Kedua, sebagian besar kekayaan produktif adalah milik public (negara). Ketiga, sebagian besar kekayaan produktif milik kolektif atau kooperatif. Di Negara-negara komunis yang “lebih keras” seperti (bekas) Uni Soviet, umumnya kekayaan produktif adalah milik Negara. Sedangkan dinegara-negara social yang “lebih lunak” dan lebih Demokratis di Eropa timur seperti Hongaria, sebagaian besar kekayaan produktif merupakan milik bersama atau kolektif.

Terakhir untuk menggerakkan orang atau unit-unit ekonomi agar melakukan berbagai aktivitas ekonomi, bisa digunakan insentif materi dan moral. Dalam perekonomian pasar lebih banyak digunakan insentif ekonomi, sedangkan dalam system perencanaan, selain insentif materi juga digunakan insentif moral. Sebagai catatan, dalam kerangka pemilikan Marx, balas jasa materi masih perlu digunakan pada tahap-tahap awal sosialisme. Akan tetaoi, pada tahap yang lebih tinggi , yaitu komunisme, di mana orang sudah hidup secara berlimpah, maka secara berangsur-angsur insentif materi akan tergantikan oleh insentif moral.

Manurut Frans Seda (1992), system perekonomian bisa terbentuk melalui berbagai cara. Pertama, sistem ekonomi terbentuk karena tradisi turun-temurun yang tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam masyrakat unutk kemudian “diwariskan” pada genrai-generasi sesudahnya. Cara kedua, system ekonomi terbentuk dari hasil pemikiran seseorang. Misalnya system ekonomi kapitalis “dibentuk” oleh Adam Smith dan kawan-kawan dari mazhab Klasik, sedangkan system ekonomi Sosialis/Komunis “dirancang” oelk Karl Marx, Friedrich Engels, Lenin, dan sebagainya. Cara ketiga, system ekonomi dibentuk melalui pembaruan. Pembaruan bisa bersumber dari dalam (internal), dan bisa juga dari luar (eksternal). Sebagai contoh, di Eropa berbagai pembaruan umumnya bersumber dari dalam, sedangkan di jepang “dipaksakan” dari luar, yaitu oleh Amerika Serikat. Cara keempat, system ekonomi diciptakan secara terencana dalam bentuk “cetak biru” sebagai kerangka pola tindakan guna menghadapi berbagai masalah social-ekonomi-politik yang timbul dalam masyarakat. Dari cara berfikir seperti yang disebutkan terakhir ini jelas sekarang bahwa system ekonomi sangat ditentukan oleh factor politik.

Apa pun ideology yang dianut, tingkat kedaulatan Negara tergantung pada keberadayaan sistem ekonomi dan proses-proses politik. Keberdaulatan Negara akan sangat menentkan perjalanan system dan kelembagaan ekonomi sesuai dengan pola interaksi dan keterkaitan antara pemerintah sebagai penyelenggara Negara, sector swasta sebagai pelaku ekonomi, dan masyarakat medani (civil society) sebagai pengusung nilai-nilai yang dianut dalam suatu Negara.

Faktor Globalisasi Ekonomi Dunia

Globalisasi Ekonomi – Dewasa ini tidak ada satu Negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan Negara lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan dagang maupun kerja sama ekonomi lainya. Hubungan ekonomi antarbangsa semakin meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut Globalisasi Ekonomi. Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatukan kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia.


Fakultas Ekonomi Terbaik di Indonesia

Fakultas Ekonomi Terbaik di Indonesia - Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang terus menunjukan laju pertumbuhan ekonomi yang positif, akan membutuhkan berbagai macam tenaga ahli yang bisa di manfaatkan demi menunjang perkembangan perekonomian nasional. Tenaga ahli yang di dapatkan pun bisa dari berbagai macam kalangan dan bidang ilmu, salah satunya adalah Universitas.

Universitas sebagai salah satu lembaga pendidikan yang produktif menghasilkan tenaga-tenaga ahli yang di butuhkan, menjadi salah satu harapan Indonesia dalam menghasilkan tenaga-tenaga ahli, salah satunya tenaga ahli dalam bidang ekonomi. Beberapa universitas pun memiliki beberapa fakultas yang di klaim sebagai salah satu fakultas ekonomi terbaik di Indonesia. 


Definisi Ilmu Ekonomi Menurut Beberapa Ahli

Ilmu Ekonomi – Sebelum kami melanjutkan menulis artikel ekonomi lainnya di blog ini, sebaiknya untuk mempermudah kita semua dalam memahami berbagai informasi ekonomi khususnya tentang ekonomi Indonesia dan umumnya informasi yang masih berhubungan dengan topik ekonomi, maka ada baiknya pada artikel ini akan kami sampaikan definisi dari ilmu ekonomi itu sendiri untuk menambah pemahaman kita.

Definisi dari Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang sering terjadi dan terlihat di kehidupan kita sehari-hari, sehingga kaitannya sangat erat dengan kehidupan kita. Bagaimana cara agar kita mendapatakan pendapatan dengan hanya mengandalkan sumber daya yang tersedia itu juga termasuk ilmu ekonomi, lalu bagaimana cara agar setelah kita mendapatkan pendapat kita bisa memutar pendapatan itu sehingga bisa menjadi investasi yang menghasilkan pendapatan lebih itu juga termasuk ilmu ekonomi.


3 Model Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi - Pada artikel sebelumnya kita sudah sama-sama membaca tentang 10 prinsip ekonomi. Nah, seperti yang kita ketahui juga bahwa suatu pengamatan atau studi tentang masyarakat dan individu dalam menentukan pilihan, apakah itu dengan uang atau pun tidak, atau juga dengan menggunakan sumber daya yang ada yang terwujud dalam berbagai teknik dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa lalu mendistribusikannya dalam rangka pemenuhan kebutuhan kondisi adalah definisi dari ilmu ekonomi itu sendiri.

Sehingga dalam penerapan ilmu ekonomi tersebut maka diperlukanlah suatu sistem analisis ekonomi untuk mengelola data dan statistik yang berkaitan proses berjalannya ekonomi itu di masyarakat. Maka muncullah 3 model analisis ekonomi yang sudah umum kita ketahui yaitu ekonomi deskiptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan. Dan berikut ini adalah penjelasannya.

10 Prinsip Ekonomi dan Penjelasannya

10 Prinsip Ekonomi - Pengertian dari prinsip ekonomi adalah sebuah sistem pengorbanan yang dilakukan oleh suatu pihak yang cenderung diminimalisir sebisa mungkin namun dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dari pengorbanan itu. Umumnya sistem ekonomi yang ada di dunia saat ini memang menganut prinsip seperti ini, meskipun ada beberapa pandangan yang menyatakan bahwa prinsip seperti ini sebenarnya sudah kurang sesuai dengan kondisi sekarang.

Dalam realitas hidup banyak pilihan dan antara berbagai alternatif yang bisa dipilih maka individu harus membuat keputusan.