Menko Perekonomian Bahas Regulasi E-Commerce

menkominfo bahas regulasi e-commercea
Menkominfo Bahas Regulasi E-Commerce
E-Commerce saat ini merupakan istilah yang sudah sangat sering kita jumpai di masyarakat. E-Commerce merupakan perdagangan atau transaksi yang dilakukan secara online antara pembeli dan penjual yang kerap semakin populer hari ini. Banyak sekali bermunculan toko online - toko online dan sejenisnya di internet. Dan masyarakat kita pun dapat dikatakan memiliki respon yang cukup antusias dalam perkembangan E-Commerce tersebut.

Nah, saat ini E-Commerce ternyata mulai dipandang oleh pemerintah sebagai suatu hal yang penting yang berpengaruh untuk masa depan, sehingga dirasa perlu ditetapkan regulasi dan peraturan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti tanggapan dari Sofyan Djalil selalu Menteri Perekonomian, beliau telah mengadakan suatu rapat mengenai Penerapan E-Commerce yang mana dalam rapat yang berlangsung pada awal Maret 2015 yang lalu juga menghadirkan Rudiantara (Menkominfo), Tedjo Edhi (Menko Polhukam), serta Rachmad Gobel selaku menteri perdangan.

Dalam rapat tersebut Sofyan mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut tujuannya adalah membahas khusus tentang rencana pembentukan regulasi dan cara menerapkannya dalam E-Commerce. "Regulasi E-Commerce saat ini masih lemah, sedangkan perkembangannya begitu pesat," tandas beliau.

Menkominfo juga sangat setuju dan sepakat karena melihat bahwa permasalahan ini termasuk permasalahan yang urgent dan perlu segera dipersiapkan kelembagaannya, peraturan-peraturannya, bagaimana sistem transaksi pembayaran, serta hak-hak dan perlindungan konsumen.

Rudiantara juga menambahkan bahwa di Indonesia proses transaksi E-Commerce yang paling disukai adalah proses Cash on Delivery (COD). Mengapa demikian? Karena adanya reputasi kepercayaan yang masih rendah. Padahal di tahun 2013 saja sudah terjadi transaksi yang mencapai 8 Milyar Dollar dalam E-Commerce Indonesia. Angka tersebut di tahun 2014 meningkat hingga 12 Milyar Dollar.

"Orang Indonesia masih banyak yang belum bisa percaya, jadi mereka lebih memilih untuk membayar setelah barang diterima," Tegas Rudiantara.

Dan yang cukup mencengangkan, berikut adalah beberapa pengamatan Menkominfo yang menyebabkan isu-isu negatif dari E-Commerce di Indonesia.

  • Rendahnya kredibilitas pihak penjual
  • Sistem integrasi pembayaran yang masih lambat prosesnya
  • SDM atau Skill pekerja yang masih kurang
  • Biaya transportasi nasional yang masih mahal
  • Jaringan internet yang lambat di rumah-rumah
  • Kurangnya dukungan dan koordinasi dari pemerintah
  • Layanan kartu kredit atau kartu debit yang juga masih lemah


Akhirnya, dalam rapat tersebut Sofyan Djalil kembali mengajak untuk diadakan rapat lanjutan guna membahas solusi dan penyelesaian dari isu-isu negatif di atas. Semoga saja ke depannya pemerintah kita bisa lebih tergugah memberikan dukungan yang lebih aktif lagi kepada sistem E-Commerce di Indonesia agar terciptanya masyarakat Indonesia yang semakin modern dan terwujudnya kemudahan-kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi secara online.

Sistem Perekonomian Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Sistem perekonomian Indonesia pada masa penjajahan belanda

Sistem Perekonomian Indonesia - Memang ada sedikit perbedaan yang cukup menjadi perhatian kita mengenai sejarah sosial dan sejarah politik di Indonesia dibanding dengan sejarah perekonomian Indonesia pada masa silam. Perbedaan itu terlihat dari kurangnya para peneliti ekonomi dan sejarahwan dalam mempelajari sejarah ekonomi khususnya pada masa kolonial Belanda. Padahal di negara-negara bagian Asia Selatan banyak sekali dilakukan penelitian mengenai pengaruh kekuasaan kolonial Belanda terhadap situasi ekonomi di saat mereka masih berkuasa di beberapa negara tersebut.

Sebagai contoh di negara India. Menurut berbagai laporan penelitian dalam hal sejarah perekonomian India, ternyata kebijakan – kebijakan ekonomi di India saat ini banyak juga dipengaruhi oleh hasil studi ekonomi pada saat Belanda masih menguasai India. Ternyata terdapat berbagai dampak positif dari hasil penerapan menurut hasil penelitian tersebut. Mungkin hal ini bisa menjadi contoh bagi bangsa kita khususnya bagi para ekonom dan peneliti ekonomi untuk bisa mempelajari sejarah ekonomi bangsa kita lebih mendalam lagi.

Faktor Globalisasi Ekonomi Dunia

Globalisasi Ekonomi – Dewasa ini tidak ada satu Negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan Negara lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan dagang maupun kerja sama ekonomi lainya. Hubungan ekonomi antarbangsa semakin meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut Globalisasi Ekonomi. Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatukan kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia.


Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro serta Masalahnya

Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro - Sesuai judul di atas, sebelum  kita bahas lebih jauh tentang permasalahan yang ada dalam ruang lingkung ekonomi mikro maupun ekonomi makro, kami akan sedikit menyimpulkan kembali tentang 3 model analisis ekonomi yang telah kami tulis pada artikel kami sebelumnya. Mengingat hal ini cukup penting untuk dipahami.

Anda masih ingat bukan tentang apa itu ekonomi deskriptif ? Yaitu merupakan satu bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan tentang kondisi kegiatan ekonomi di suatu daerah atau negara dalam masa tertentu secara apa adanya. Lain halnya dengan ekonomi terapan yang juga termasuk bagian dari ilmu ekonomi yang intinya adalah untuk melakukan pembahasan terhadap  penerapan teori ekonomi di dalam suatu rumah tangga produksi. Satu lagi adalah teori ekononmi, yaitu ilmu yang menganalisa tentang relasi atau hubungan antara beberapa variabel ekonomi. misalnya pola konsumsi yang dipengaruhi oleh kenaikan upah tenaga kerja, dan lain sebagainya.

3 Model Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi - Pada artikel sebelumnya kita sudah sama-sama membaca tentang 10 prinsip ekonomi. Nah, seperti yang kita ketahui juga bahwa suatu pengamatan atau studi tentang masyarakat dan individu dalam menentukan pilihan, apakah itu dengan uang atau pun tidak, atau juga dengan menggunakan sumber daya yang ada yang terwujud dalam berbagai teknik dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa lalu mendistribusikannya dalam rangka pemenuhan kebutuhan kondisi adalah definisi dari ilmu ekonomi itu sendiri.

Sehingga dalam penerapan ilmu ekonomi tersebut maka diperlukanlah suatu sistem analisis ekonomi untuk mengelola data dan statistik yang berkaitan proses berjalannya ekonomi itu di masyarakat. Maka muncullah 3 model analisis ekonomi yang sudah umum kita ketahui yaitu ekonomi deskiptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan. Dan berikut ini adalah penjelasannya.

Analisis Kelayakan Ekonomi Indonesia

Analisis Kelayakan Ekonomi Indonesia - Menganalisa kelayakan ekonomi Indonesia harus dilakukan untuk komponen yang balik modal (cost recovery). Investasi ekonomi dapat dikatakan layak apabila mempunyai kelayakan ekonomi dan keuangan besar dari 10 %. Karena beberapa jenis investasi ada yang berfungsi ganda yaitu sebagai fungsi sosial dan fungsi ekonomi, maka kelayakan dihitung dalam bentuk:

  1. Kelayakan Ekonomi,  yang meliputi semua biaya yang dikeluarkan baik tangible maupun intangible  dan membandingkannya dengan semua manfaaat yang diperoleh baik tangible maupun intangible. Dalam hal ini  semua biaya sesuai dengan rencana dijadikan komponen biaya dan komponen manfaat diperoleh dari tarif atau harga barang/jasa investasi. Kelayakan ekonomi biasanya ditunjukkan oleh EIRR (economic internal rate of return) atau biasanya disebut juga IRR (internal rate of return).