Home » » Mengenal Lebih Jauh Sejarah Bank Indonesia

Mengenal Lebih Jauh Sejarah Bank Indonesia

Sejarah Bank Indonesia - Tahukah kamu Bank Indonesia dulu disebut De Javasche Bank? Namun kini lebih dekenal dengan singkatan BI. Merupakan bank sentral Republik Indonesia. Tugas utama didirikannya Bank ini yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan disini mempunyai dua aspek, yakni  kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa dan juga kestabilan terhadap mata uang negara lain
.
Agar dapat mencapai tujuan diatas maka Bank Indonesia memiliki tiga tugas utama. Ketiga tugas tersebut adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran terakhir mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Selain itu BI merupakan lembaga yang mempunyai hak untuk mengedarkan uang negara. Pemimpin bank sentral Indonesia ini adalah Dewan Gubernur. Dewan dipimpin oleh seorang Gubernur, diwakili oleh empat sampai tujuh Deputi Gubernur Senior. Lama masa jabatan Gubernur dan Deputi Gubernur maksimal lima tahun dan hanya dapat memegang kursi jabatannya maksimal dua kali masa tugas. Saat ini Agus Martowardojo menjabat sebagai Gubernur BI di tahun 2013.

Presiden berkewenangan mengusulkan dan menetapkan Gubernur dan Deputi Gubernur Senior dengan persetujuan DPR. Selain itu Presiden juga mengangkat Deputi Gubernur yang diusulkan oleh Gubernur dengan persetujuan DPR. Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia tidak dapat diberhentikan oleh Presiden, kecuali bila mengundurkan diri, berhalangan tetap, atau melakukan tindak pidana kejahatan.


Sejarah Bank Indonesia

Pada tahun 1828 Pemerintah Hindia Belanda membentuk De Javasche Bank. Kemudian Undang-Undang Pokok Bank Indonesia mengganti De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia di tahun 1953. Yang  mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah undang-Undang Bank Sentral. Lalu pada tahun 1968 BI sudah tidak melakukan fungsi komersial seperti bank-bank lainnya. Turut membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat juga merupakan tugas lain yang dibebankan kepada Bank Indonesia.

Setelah beberapa tugas diatas kemudian tahun 1999 sesuai UU No.23/1999 menetapkan tujuan tunggal BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 dikeluarkan pemerintah tahun 2008 mengenai Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai salah satu dari usaha menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Perubahan diatas agar dapat menambah ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui penambahan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari BI. Status dan Kedudukan Bank Indonesia ada dua, yaitu sebagai lembaga Negara yang independen dan sebagai badan hukum.

Atas dasar tugas dan tujuan diatas Bank Indonesia berhak untuk menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas instansi atau program usaha tertentu dari bank, melakukan pengawasan terhadap bank dan memberikan sanksi atas bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian.

Daftar Gubernur Bank Indonesia

Semenjak didirikan , tokoh-tokoh yang mengemban tugas sebagai Gubernur BI antara lain :
•    2013-sekarang Agus Martowardojo
•    2010-2013 Darmin Nasution
•    2009-2010 Darmin Nasution (Pelaksana tugas)
•    2009 Miranda Gultom (Pelaksana tugas)
•    2008-2009 Boediono
•    2003-2008 Burhanuddin Abdullah
•    1998-2003 Syahril Sabirin
•    1993-1998 Sudrajad Djiwandono
•    1988-1993 Adrianus Mooy
•    1983-1988 Arifin Siregar
•    1973-1983 Rachmat Saleh
•    1966-1973 Radius Prawiro
•    1963-1966 T. Jusuf Muda Dalam
•    1960-1963 Mr. Soemarno
•    1959-1960 Mr. Soetikno Slamet
•    1958-1959 Mr. Loekman Hakim
•    1953-1958 Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Advertisement:

0 komentar:

Post a Comment