Mengetahui Berbagai Macam Kebutuhan Manusia

Jika membahas tentang kebutuhan manusia, maka tak lepas dari kegiatan kita sehari-hari. Dan dengan makin berkembangnya peradaban, membuat daftar kebutuhan manusia semakin kompleks. Sebelum lebih jauh membicarankan topik kita kali ini ada baiknya kita mengenal dahulu pengertian kebutuhan. Jadi kebutuhan adalah keperluan yang ada secara naluriah terhadap benda maupun jasa guna keberlangsungan hidup. 

Disadari atau tidak kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas. Beberapa alasan mengapa tidak terbatas antara lain bertambahnya jumlah manusia, majunya peradapan manusia dan terakhir adalah kembali ke sifat manusia itu sendiri yang tidak pernah merasa puas.

Kebutuhan manusia digolongkan menjadi beberapa kelompok bagian, yaitu :

Pendapat Adam Smith Mengenai Ekonomi

Seorang ahli filsuf berkebangsaan Skotlandia ini mempunyai nama asli John Adam Smith atau lebih dikenal dengan nama Adam Smith. Buku pertama yang ia terbitkan berjudul, Theory of Moral Sentiments lalu Bukunya yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang kemudian disingkat “The Wealth of Nations” membuatnya mendapat gelar sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia. Buku yang terbit tahun 1776 ini menerangkan sejarah laju industri dan ekonomi Eropa dan menjadi dasar tentang globalisasi yang erat hubungannya dengan kapitalisme.

Pikiran utama The Wealth of Nations ialah globalisasi yang bergeliat menurut kondisi pasar dimana ia berpedoman bahwa dengan sendirinya dapat menghasilkan komoditi yang dibutuhkan masyarakat konsumen bnaik secara jumlah maupun kualitas produk. Dalam kasusnya ia melihat ketika stokproduk yang sedang menjadi tren justru menurun,maka secara otomatis harga produk tersebut yang beredar dipasaran akan terkoreksi  kemudian hal ini akan memberi keuntungan kepada siapapun yang memproduksinya. Disebabkan laba yang mengiurkan maka orang lainpun ikut memproduksi produk yang sedang dicari itu. Hal ini berakibat memperbaiki persediaan produk yang dimaksud. Sehingga pada akhirnya harga produk tersebut akan kembali normal lagi. Menurutnya roda ekonomi itu tadi tidak ada yang memperbaikinya, tapi keadaan tersebut akan teratasi dengan sendirinya.